Wikipedia

Search results

Saturday, June 20, 2015

SIFAT HURUF AL-LAZIMAH MUDLADDAH PENULISAN AL-QOMARIAH DAN SYAMSYIAH SERTA KEGUNAAN HARAKAT DAN TANWIN



MAKALAH

SIFAT HURUF AL-LAZIMAH MUDLADDAH
PENULISAN AL-QOMARIAH DAN SYAMSYIAH
SERTA KEGUNAAN HARAKAT DAN TANWIN

 Dosen pengampuh : Jimi Hariyanto, M.P.d.I


                                                                                                                        
Disusun Oleh :
Kelompok 4 Qira’atul Qur’an dan Imla, PGMI D ,Semester 2 (dua)

Fera Martiani                                    1411100196
Ganda Rusman Maulana                 1411100197
Lini Santika                                       1411100213


PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
IAIN RADEN INTAN LAMPUNG
2015

KATA PENGANTAR


Asalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.

Dengan mengucap puji syukur ke hadirat ALLAH SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan makalah Qira’atul Qur’an dan Imla ini dengan baik. Makalah ini dibuat agar menambah sedikit pengetahuan kita mengenai pengetahuan tentangSifat al-huruf al-lazimah mudladdah, Penulisan al-qomariyah dan al-syamsiyah dan serta penggunaan harakat dan tanwin dalam kata sehingga kita diharapkan mampu memahami penulisan serta bacaan dalam kaidah – kaidah Al-Qur’an.
Untuk itu, penyusunan makalah ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua termasuk penulis.
Saya mohon maaf jika makalah ini masih banyak ditemui kekurangan maka dari itu saya mengharapkan agar para pembaca makalah ini dapat memberikan saran serta kritik dan saran yang bersifat membangun pembuatan makalah yang lebih baik lagi.

Wasalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.



                                                                          Bandar Lampung,  11 April 2015
Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................          i        
DAFTAR ISI.........................................................................................         ii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................         1
A.    Latar Belakang ...........................................................................         1
B.     Rumusan Masalah.......................................................................         1
C.     Tujuan..........................................................................................         1
BAB II PEMBAHASAAN...................................................................         2
A.    Sifat al-huruf al-lazimah mudladdah...........................................         2
B.     Penulisan al-qomariyah dan al-syamsiyah...................................         5
C.     penggunaan harakat dan tanwin dalam kalimat..........................         6
BAB III PENUTUP..............................................................................        11      
A.    Kesimpulan..................................................................................        11
B.     Saran............................................................................................        11      
DAFTAR PUSTAKA










BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Al-quran sebagai kitab yang berisi firman-firman Allah SWT. Sebagai umat Islam sudah seharusnya kita menjaga kitab yang menjadi pedoman umat Islam. Al-qur’an merupakan kalamullah maka dalam segi pembacaannya mempunyai tatacara membacanya dalam arti kata kita mengetahui ilmunya agar tidak terjadi salah arti dalam membaca Al-Qur’an serta bacaannya haruslah tartil. Atas dasar tersebut para ulama menciptakan sebuah disiplin ilmu dalam membaca Al-Qur’an yaitu Ilmu Tajwid.
Ilmu tajwid di dalamnya menerangkan hukum-hukum bacaan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam ilmu tajwid juga di bahas mengenai makhorijul huruf agar dalam segi pembacaannya ada perbadaan huruf hijahiyah. Huruf hijahiyah mempunyai sifatul huruf dan sifat itulah yang membedakan masing-masing huruf hijahiyah.
Pada bab ini akan dibahas mengenai sifat alhuruf alazimah mudladdah, penulisan al qomariyah dan al syamsiyah serta penggunaan harakat dan tanwin dalam kata. Dalam menerapkan kaidah – kaidah dasar dalam hukum bacaan al  qomariyah dan al syamsiyah diharapkan mampu memahami penulisan serta bacaan dalam kaidah – kaidah al – qomariyah dan al-syamsiyah.

A.  Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah sifat al-huruf al-lazimah mudladdah?
2.      Bagaimanakah penulisan al – qomariyah dan al-syamsiyah serta penggunaan harakat dan tanwin dalam kata?

B.  Tujuan
1.      Mengetahui sifat al-huruf al-lazimah mudladdah.
2.      Mengetahui penulisan al-qomariyah dan al-syamsiyah serta penggunaan harakat dan tanwin dalam kata.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      SIFAT AL-HURUF AL-LAZIMAH MUDLADDAH (HURUF YANG MEMILIKI LAWAN)
Setelah mempelajari Makharijul huruf, belumlah cukup jika tidak dilanjutkan dengan mempelajari sifat-sifat huruf. [1]Karena sangat mungkin, seseorang dapat mengucapkan huruf(qaf) pada lafaz علقdengan tepat sebagaimamakhrajnya, namun bacaan tersebut belum bisa dikatakan benar dan sempurna,sehingga harus di ucapkan sesuai dengan salah satu sifatnya, yaitu qalqalah[2]. Oleh karena itu, tujuan utama mempelajari sifat-sifat huruf adalah agar setiap huruf yang kita ucapkan, sesuai dengan hurufnya baik tempat maupun sifatnya.
  1. Sifat Yang Memiliki Lawan (al-huruf al-lazimah mudladdah)
a.       Al Hams    ><        Al Jahr
b.      Asy Siddyah ><    Ar Rakhwah
c.       Al Isti’la’   ><        Al Istifal
d.      Al Ithbaq><          Al Infitah
e.       Al Idzlaq><          Al Ishmat
  1. Segi Nafas:
  1. الهَمْسُ (Al Hams), artinya keluarnya nafas ketika membaca huruf-huruf yang mempunyai sifat Al Hams. Hurufnya ada sepuluh (10) yaitu:
    ف ح ث هـ ش خ ص س ك تatau terangkum dalam kalimatفَحَثَّهُ شَخْصٌ سَكَتْ
  2. الجَهْرُ(Al Jahr) yaitu menahan nafas ketika membaca huruf-huruf yang bersifat Al Jahr. Huruf-hurufnya ada delapan belas (18), atau selain hurufnya
 Al Hams. Yaitu :
ع ظ م و- ز- ن ق ا- ر- ء- ذ- ي- غ ض ج د- ط ل ب atau terangkum dalam kalimatعَظُمَ وَزْنَ قَارِئٍ ذِيْ غَضَّ جَدَّ طَلَبِ
  1. Segi Suara:
a.       الشِّدَّةُ (Asy Syiddah), artinya tertahannya suara ketika membaca huruf-huruf yang mempunyai sifat Asy Syiddah. Hurufnya ada delapan (8), yaitu;
أ ج د- ق- ط- ب ك- تAtau dalam kalimat; أَجِدْ قَطٍ بَكَتْ
b.       الرَّخْوَةُ(Ar Rakhwah) yaitu terlepas atau keluarnya suara ketika membaca huruf-hurufnya. Hurufnya ada lima belas (15), atau selain hurufnya Asy Syiddah. Yaitu:خ ذ غ ث ح ظ- ف ض- ش و ص ز- ي س هـatau dalam kalimat خُذْغُثَّ حَظٍّ فَضٍّ شَوْصٍ زَيٍّ سَاهٍـ
Keterangan :
Antara sifat Asy Syiddah dengan Ar Rakhwah adalah At Tawassuth, yaitu mengucapkan huruf-hurufnya dengan tidak terlalu ditahan atau terlepaskan (pertengahan antara keduanya). Hurufnya adalah:ل ن ع م رatau kalimat yang berbunyi:لِنْ عُمَر

  1. Segi Pangkal Lidah
a.       الإِسْتِعْلاَءُ (Al Isti’la’) adalah terangkatnya lidah ke rongga atas ketika mengucapkan huruf-hurufnya. hurufnya ada delapan (8), yaitu :
خ ص- ض- غ- ط- ق- ر- ظatau dalam kalimatرُخْصَ ضَغْطٍ قِظْ
b.      الإِسْتِـفَالُ(Al Istifal), yaitui posisi lidah menurun. Huruf-hurufnya ada duapuluh (20):ث ب ت ع ز م -ن -ي ج و- د- ح-ر ف- هـ- إ ذ س-ل ش- ك- اatau dalam kalimatثَبَتَ عَزَّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْ فَهُ إِذْ سَلَّ شَكًّا
  1. Lidah dengan Rongga Mulut
a.       الإِطْبَاقُ(Al Ithbaq) adalah menempelnya lidah dengan rongga atas ketika mengucapkan huruf-hurufnya. Huruf yang mempunyai sifat Al Ithbaq adaempat (4), yaitu;ص ض- ط- ظKebalikan dari sifat Al Ithbaq adalah Al Infitah.[3]
b.      الإِنفِتَاحُ (Al Infitah) adalah terlepasnya lidah dari rongga atas, serta terbukanya kedua bibir. Hurufnya adalah selain huruf-huruf Al Ithbaq,yaitu dua puluh lima (25) huruf :م ن أ- خ ذ و ج د -س ع ة ف -ز ك ح -ق -ل ه ش- ر ب غ ي ثatauمَنْ أَخَذَ وَجَدَ سَعَةً فَزَكَا حَقٌّ لَهُ شَرَبَ غَيْثُ
  1. Dari Segi Mudah atau Tidaknya Mengeluarkan Huruf
a.       اللإِذْلاَق(Al Idzlaq), adalah mengucapkan huruf dengan mudah, karena posisi makhrajnya berada di ujung lidah atau bibir. Semua huruf yang mempunyaisifat Al Idzlaq ada enam (6);ف ر- م- ن- ل- بatau terangkum dalam kalimatفِرَّ مِنْ لُبٍّLawan dari sifat Al Idzlaq adalah Al Ishmat
b.      الإِصْمَاتُ(Al Ishmat) yaitu mengeluarkan huruf Hija’iyyah dengan agak susah atau tertahan. Huruf-hurufnya ada dua puluh dua (22), yaitu:
ج ز -غ ش -س خ ط ص د ث ق ة إ ذ -و -ع-ظ- ه ي- ح ض ك atau dalam kalimatجُزَّ غَشَّ سَاخِطٍ صَدَثَقَةً إِذْوَعَظَهُ يَحُضُّكَ



B.  PENGERTIAN AL SYAMSIAH DAN AL QAMARIYAH

1.      Al Syamsiyah
Al Syamsiyah disebut juga Idgham Syamsiyah. Dikatakan Idgham Syamsiyah karena suara Alif lam di idghamkan ke dalam huruf Syamsiyah yang ada dihadapannya, sehingga suara alif lam menjadi lebur karena dimasukkan dengan huruf Syamsiyah tersebut.[4] Adapun huruf syamsiyah jumlahnya ada empat belas, yaitu:
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن

Contoh :
التَّكَاثُرُ     اَ لثُّلُثُ    اَلدّ َهْرُ   اَلذِّ ْكُر
الرَّ حْمنُ     اَلسَّمَاءِ   اَلنَّعِيْمِ   اَلشَّيْطنُ
2.      Al Qamariyah
Al qamariyah disebutjuga Izhar Qomariyah. Al Qamariyah harus dibaca jelas dan terang. Alif  Lam yang dirangkaikan dengan salah satu huruf Qamariyah maka Alif Lam harus dibaca jelas. Adapun huruf Qamariyah jumlahnya ada empat belas, yaitu :
ب ج ح خ ع غ  ف ق ك م و غ ه ء ي   ا
Contoh :   
اَلْاَحَدُ    اَلْحَمْدُ    اَلمَقَابِرُ     اَلْيَقِيْنِ     اَلهُدَى 
اَلجَحِيْمِ  اَلقَارِعَةَ    اَلْفُرْقَانَ   اَلْغَفُوْرُ    اَلْكُفْرَ 
  1. perbedaan al – syamsiyah dan al qamariyah

1)      Al Syamsiyah
Penulisan Al Syamsiyah menggunakan tanda tasydid () pada huruf Syamsiyah yang berada di depan Alif Lam.[5]
            Contoh :اَلذِّكْرُ     اَلتَّكَاثُرُ     اَلثُّلُثُ                                 
2)      Al Qamariyah
Penulisan Al Qamariyah memakai tanda sukun (ﹿ) pada huruf  lam Contoh :
اَلْاَحَد    اَلْحَمْدُ      اَلقَارِعَةَ


b.      menerapkan bacaan al syamsiyah dan al qamariyah
Bacalah Q.S. Aduha ayat 1 – 11 dengan benar. Perhatikan dengan seksama pada bacaan yang terdapat Al- Syamsiyah dan Al – Qamariyah.
وَالضُّحَى (١)وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى (٢)مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى (٣)وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الأولَى (٤)وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى (٥)أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى (٦)وَوَجَدَكَ ضَالا فَهَدَى (٧)وَوَجَدَكَ عَائِلا فَأَغْنَى (٨)فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلا تَقْهَرْ (٩)وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ (١٠)وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (١١)

C.    PENGGUNAAN HARAKAT DALAM KALIMAT DAN PENGGUNAAN TANWIN DALAM KALIMAT

1.      PENGGUNAAN HARAKAT DALAM KALIMAT
Harakat merupakan tanda baca yang ditempatkan pada huruf Arab untuk memperjelas gerakan dan pengucapan huruf tersebut. Dalam membaca al-quran, wajib hukumnya bagi mereka yang sudah akil baligh untuk menggunakan tanda baca alquran.
Harakat digunakan untuk mempermudah cara melapazkan huruf dalam tiap ayat Al Quran bagi seseorang yang baru belajar dan memahami atau mengenal tanda baca dalam membaca dan melapazkan Al Quran.
Tulisan Al Quran atau yang biasa dikenal sebagai tulisan Arab sering kita temui tak hanya pada Kitab suci Al Quran saja, namun terdapat juga pada buku cerita anak-anak, buku pendidikan yang bernapaskan islami terdapat tulisan Arab. Walaupun dalam penulisannya tidak menggunakan harakat, karena pada umumnya sudah mengenal dan mengetahui huruf harakat meski tidak diberi tanda, ketika membaca akan seperti timbul suara penekanan pada tulisan Arab tertentu terutama pada kata yang tidak biasa digunakan guna menghindari kesalah dalam membaca.
 Contoh tulisan Arab dengan berharakat :
قـُلْ ٲعُوْذ ُبـِرَبِّ ٱلنـّٰاسِdibaca : qul a’uudzu birabbin naas
a.      Macam-Macam Harakat
1.      Fathah
Fathah adalah harakat yang berbentuk seperti garis horizontal kecil atau tanda petik yang berada di atas suatu huruf Arab yang melambangkan fonem (a).  contonya huruf lam (ل ) diberi harakat fathah menjadi “la” (لَ ). Cara melafazkannya ujung lidah menempel pada dinding mulut
2.      Alif Khanjariah
Tanda huruf ALif Khanjariah sama halnya dengan Fathah, yang juga ditulis layaknya garis vertikal seperti huruf alif kecil ()yang diletakkan diatas atau disamping kiri suatu huruf Arab, yang disebut dengan mad fathah atau alif khanjariah yang melambangkan fonem (a) yang dibaca agak panjang. Sebuah huruf berharakat fathah jika diikuti oleh Alif (ا) juga melambangkan fonem (-a) yang dibaca panjang. Contohnya pada kata “laa” (لاَ) dibaca dua harakat.
3. Kasrah
Kasrah(كسرة) adalah harakat yang membentuk layaknya garis horizontal kecil () tanda baca yang diletakkan di bawah suatu huruf arab, harakat kasrah melambangkan fonem (i).contonya huruf lam (ل) diberi harakat kasrah menjadi (li) (لِ).Sebuah huruf yang berharakat kasrah jika bertemu dengan huruf “ya” (ي ) maka akan melambangkan fonem (-i) yang dibaca panjang. Contohnya pada kata ” lii ” ( لي) dibaca 2 harakat
4. Dammah
Dammah (ضمة) adalah harakat yang berbentuk layaknya huruf ” waw “( wau) (و) kecil yang diletakkan di atas suatu huruf arab (), harakat dammah melambangkan fonem (u). Ketika suatu huruf diberi harakat dammah, maka huruf tersebut akan berbunyi (-u), contonya huruf ” lam ” (ل) diberi harakat dammah menjadi (lu) (لُ).Sebuah huruf yang berharakat dammah jika bertemu dengan huruf  “waw” (و ) maka akan melambangkan fonem (-u) yang dibaca panjang. Contohnya pada kata (luu) (لـُو).
5. Sukun ( hara’kat )
Sukun (سکون) adalah harakat yang berbentuk bulat layaknya huruf  “ha” (ه) yang ditulis di atas suatu huruf Arab. Tanda bacanya bila ditulis seperti huruf (ﹿ) kecil yang bentuknya agak sedikit pipih. Harakat sukun melambangkan fonem konsonan atau huruf mati dari suatu huruf, misalkan pada kata “mad” (مـَدْ) yang terdiri dari huruf mim yang berharakat sehingga menghasilkan bunyi fathah (مَ) dibaca “ma”, dan diikuti dengan huruf “dal” (دْ) yang berharakat sukun yang menghasilkan konsonan atau bunyi (d) sehingga dibaca menjadi “mad” (مـَدْ).
6. Tasydid
Tasydid atau yang disebut syaddah adalah harakat yang bentuk hurufnya (w) yang diberi atau seperti kepala dari huruf  “sin” (س) yang diletakkan di atas huruf arab () yang letaknya diatas suatu huruf Arab. Harakat tasydid melambangkan penekanan pada suatu konsonan yang dituliskan dengan simbol konsonan ganda, sebagai contoh pada kata ( شـَـدَّةٌ) yang berbunyi (syaddah) yang terdiri dari huruf syin yang berharakat fathah (ش) yang kemudian dibaca (sya), diikuti dengan huruf  “dal “yang berharakat tasydid fathah ( دَّ) yang menghasilkan bunyi (dda), diikuti pula dengan ta marbuta ( ةٌ) di akhir kata yang menghasilkan bunyi (h), sehingga menjadi (syaddah).
7. Tanwin
Tanwin(bahasa Arab: التنوين, “at tanwiin”) adalah tanda baca (diakritik) harakat pada tulisan Arab untuk menyatakan bahwa huruf pada akhir kata tersebut diucapkan layaknya bertemu dengan huruf nun mati. Contoh huruf alif ( (اbertemu dengan huruf tanwin (,,). An. In . Un.
8. Wasal
Wasal (bahasa Arab: وصلة, dibaca: washlat) adalah tanda baca atau diakritik yang dituliskan pada huruf Arab yang biasa dituliskan di atas huruf alif atau yang disebut juga dengan Alif wasal. () contoh : ﭐسم ism


2.      PENGGUNAAN TANWIN DALAM KALIMAT
Tanwin merupakan bagian dari harakat, yaitu untuk Tanwin menurut bahasa adalah bersuara, sedangkan tanwin menurut istilah adalah nun za’idah (tambahan) lagi mati yang berada di akhir kalimat isim dari segi ucapan tidak dalam tulisan. Harakat tanwin ditulis serupa dengan harakat lain, seperti fathah dengan fathatan, kasrah dengan kasratan, dan dammah dengan dammatan.
  • ـَــًـ : fathah dan fathatan;
  • ـُــٌـ : dammah dan dammatan;
  • ـِــٍـ : kasrah dan kasratan;
Contoh tanwin






BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Setelah mempelajari Makharijul huruf, belumlah cukup jika tidak dilanjutkan dengan mempelajari sifat-sifat huruf. tujuan utama mempelajari sifat-sifat huruf adalah agar setiap huruf yang kita ucapkan, sesuai dengan hurufnya baik tempat maupun sifatnya. Sifat huruf terbagi menjadi 2 yaitu sifat huruf yang berlawanan dan sifat yang huruf yang tidak berlawanan (al huruf al lazimah mudladdah dan al huruf al lazimah ghairu mudladdah).
Kemudian dalam kaidah – kaidah dasar imla’ yang meliputi al-qomariyah dan al-syamsiyah telah dijelaskan bahwasanya al-qomariyah yaitu harus dibaca jelas dan terang. Sedangkan al – syamsiyah yaitu suara Alif lam di idghamkan ke dalam huruf Syamsiyah yang ada dihadapannya, sehingga suara alif lam menjadi lebur karena dimasukkan dengan huruf Syamsiyah tersebut.
Kemudian setelah kita mengetahui atau mempelajari tentang al huruf al lazimah mudhaladdah penulisan al qomariah dan al syamsiah kita juga bisa mengetahui kegunaan harakat dan tanwin dalam kalimat. Harakat digunakan untuk mempermudah cara melapazkan huruf dalam tiap ayat Al Quran bagi seseorang yang baru belajar dan memahami atau mengenal tanda baca dalam membaca dan melapazkan Al Quran. Sedangkan tanwin bagian dari harakat itu sendiri
B.  Saran
Kami dari kelompok empat menyarankan kepada para pembaca khususnya Kelas E Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung agar lebih teliti mengananalisis isi makalah kami. Karena kami menyadari bahwa dalam isi makalah ini masih banyak terdapat kelemahan dan kesalahan maka dari itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi makalah kami yang akan datang kami terima dengan hati terbuka.

DAFTAR PUSTAKA

Mu’minin, Iman Saiful, Kamus Ilmu Nahwu Dan Sharaf,  Jakarta: AMZAH, 2008.





[1]Ahmad Soenarto.Pelajaran Tajwid Praktis dan Lengkap.(Jakarta : Bintang Terang.1988.)

[2]Qalqolah adalah bacaan pada huruf-huruf qalqolah dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul. Huruf qalgolah ada lima yaitu qaf (ق), tha (ت), ba (ب), jim (ج) dan dal (د).

No comments:

Post a Comment