Wikipedia

Search results

Sunday, February 5, 2017

MEDIA PEMBALAJARAN SD/MI


MEDIA PEMBALAJARAN SD/MI
 
A.          PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN SD/MI
Kata media berasal dari bahasa Latin medium yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’, atau ‘pengantar’. Atau dengan kata lain media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan.  Gearlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperolah pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Atwi Suparman (1997) mendefinisikan, media merupakan alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan.[1]Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan.[2] Media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang penyebar ide, sehingga idea tau gagasan itu sampai pada penerima. Media dalam arti luas adalah kegiatan yang dapat menciptakan suatu kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan keterampilan dan sikap yang baru.[3]
Kata pembelajaranbelajar mendapat awalan “pem” dan akhiran “an” menunjukkan bahwa ada unsure dari luar (eksternal) yang bersifat “intervensi” agar terjadi proses belajar. Pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan oleh factor eksternal agar terjadi proses belajar pada diri individu yang belajar. Menurut Briggs dan Wagner, pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar peserta didik.[4]
Menurut Heinich, molenda dan russel edia merupakan saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berararti perantara, yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver).
Contoh media bisa dipertimbangkan sebagai media pembelajaran jika membawa pesan-pesan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Hubungan antara media dengan pesan (messages) dan metode (methods) dalam pembelajaran digambarkan oleh Heinich,dkk dalam gambar  10.1.

etelah mencermati beberapa pengertian diatas, ternyata yang disebut media pembelajaran itu terdiri atas dua unsur penting, yaitu unsur peralatan atau perangkat keras (hardware) dan unsur pesan  yang dibawanya (message/software).
Unsur- Unsur  Media Pembelajaran
Unsur pesan (software) adalah informasi atau bahan ajar dalam tema/topic tertentu yang akan disampaikan atau dipelajari anak, sedangkan unsur perangkat keras (hardware) adalah sarana atau peralatan yang digunakan untuk menyajikan pesan tersebut. Dengan demikian, sesuatu baru bisa dikatakan media pembelajaran jika sudah memenuhi dua unsur tersebut.
Jadi, media pembelajaran adalah sebuah perantara yang digunakan oleh guru untuk memudahkan dalam penyampaian materi kepada peserta didik dalam proses belajar mengajar atau sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengatahuan dalam interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik.

B.            FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN SD/MI
Belajar tidak selamanya hanya bersentuhan dengan hal-hal yang konkret, baik dalam konsep maupun faktanya.Bahkan dalam realitasnya belajar seringkali bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat kompleks, maya dan berada dibalik realitas.Oleh karena itu media memiliki andil untuk menjelaska hal-hal yang abstrak dan menunjukan hal-hal yang tersembunyi. Dalam hal-hal tertentu media dapat mewakili kekurangan guru dalam mengkomunikasikan materi pelajaran. Namun demikian seberapa pentingnya peran media dalam pengajaran, tetap tidak bisa menggeser peran guru, karena media hanya berupa alat bantu yang memfasilitasi guru dalam pengajaran. Dalam proses belajar mengajar, fungsi media menurut Nana Sudjana adalah:
1.             Sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
2.             Penggunaan media dalam pengajaran bukan semata-mata sebagai alat hiburan yang digunakan hanya sekedar melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.
3.             Penggunaan media dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan guru.
4.             Penggunaan media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.[5]
Pendapat lain mengatakan bahwa fungsi media adalah untuk menyampaikan informasi dalam proses belajar mengajar, melengkapi dan memperkaya informasi dalam kegiatan belajar mengajar, menambah variasi dalam menyajikan materi, memungkinkan peserta didik memilih kegiatan belajar sesuai dengan kemampuaan bakat dan minatnya.[6]
Lebih spesifik lagi fungsi penggunaan media menurut penulis adalah sebagai berikut:
1.             Menarik perhatian siswa
2.             Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran
3.             Memperjelas penyajian pesan
4.             Mengatasi ketrerbatasan ruang
5.             Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif
6.             Waktu pembelajaran bisa dikondisikan
7.             Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar
8.             Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu/menimbulkan semangat belajar
9.             Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam
10.         Meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

C.           TUJUAN & MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN SD/MI
1.             Penggunaan media pembelajaran bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi memiliki fungsi tersendiri sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif.
2.             Media pembelajaran merupakan bagian internal dari keseluruhan proses pembelajaran. Hal yang mengandung pengertian bahwa media pembelajaran sebagai salah satu komponen yang tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan.
3.             Media pembelajaran dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan dan nisi pembelajaran. Hal yang mengandung makna bahwa penggunaan media dalam pembelajaran harus selalu melihat kepada tujuan atau kemampuan yang akan dikuasai anak dan bahan ajar.
4.             Media pembelajaran berfungsi mempercepat proses belajar. Hal ini mengandung arti bahwa media pembelajaran dapat menangkap tujuan dan bahan ajar lebih mudah dan lebih cepat.
5.             Media pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Pada umumnya hasil belajar anak dengan menggunakan media pelajaran lebih tahan lama mengendap dalam pikirannya sehingga kualitas pembelajaran memiliki nilai yang tinggi.
6.             Media pembelajaran meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berfikir. Oleh kraena itu dapat mengurangi terjadinya verbalisme.[7]

D.           JENIS-JENIS MEDIA PEMBELAJARAN SD/MI
Cukup banyak jenis dan bentuk media yang dikenal pada masa ini, dari yang sederhana sampai yang berteknologi tinggi, dari yang mudah dan sudah ada secara natural sampai kepada media yang harus dirancang sendiri oleh guru.
1.             Media Visual
Media visual adalah media yang menyampaikan pesan melalui penglihatan pemirsa atau media yang hanya dapat dilihat.Jenis media visual ini tampaknya yang paling sering digunakan oleh guru sd/mi untuk membantu menyampaikan isi dari tema pembelajaran yang sering dipelajari.Media visual terdiri atas media yang dapat diproyeksikan (projected visual) dan media yang tidak dapat diproyeksikan (non-projected visual).
Media visual yang diproyeksikan pada dasarnya merupakan media yang menggunakan alat proyeksi (disebut proyektor) untuk menanyangkan gambar atau tulisan yang akan tampak pada layar (screen).media proyeksi ini bisa berbentuk media proyeksi diam, misalnya gambar diam(still picture) dan proyeksi gerak, misalnya gambar gerak(motion picture). Alat proyeksi tersebut membutuhkan aliran listrik dan membutuhkan ruangan tertentu yang cukup memadai, baik dari segi ukuran maupun intensitas cahayanya.
Jenis-jenis alat proyeksi yang biasa digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran di SD/MI diantaranya OHP (overhead projection) dan slide suara (soundslide).
Media visual yang tidak diproyeksikan terdiri atas media gambara diam/mati, media grafis, media model, dan media realita.
a.              Gambar diam atau gambar mati adalah gambar-gambar yang disajikan secara fotografik atau seperti fotografik, misalnya gambar tentang manusia,binatang,tempat atau objek lainnya yang ada kaitannya dengan bahan/isi tema yang diajarkan. Gambar diam ini ada yang sifatnya tunggal ada juga yang berseri, yaitu berupa sekumpulan gambar diam yang saling berhubungan satu dengan yag lainnya. Keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan media gambar diam ini, diantaranya adalah :
b.             Media ini dapat menerjemahkan ide/gagasan yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret
c.              Banyak tersedia dalam buku-buku, majalah,surat kabar, kalender dan sebagainya
d.             Mudah menggunakannya dan tidak memerlukan peralatan lain
e.              Tidak mahal, bahkan mungkn tanpa mengeluarkan biaya untuk pengadaanya
f.              Dapat digunakan pada setiap tahap pembelajaran dan semua tema.
Ada beberapa kelemahan dari media ini, yaitu terkadang ukuran gambar terlalu kecil jika digunakan pada kelas besar.Gambar diam juga merupakan media dua dimensi dan tidak menimbulkan gerak.
a.              Media grafis adalah media pandang dua dimensi (bukan fotografik) yang dirancang secara khusus untuk mengkomunikasikan pesan-pesan pembelajaran. Unsur-unsur yang terdapat dalam media grafis ini adalah gambar dan tulisan. Media ini dapat digunakan untuk mengungkapkan fakta atau gagasan penggunaan kata-kata, angaka serta bentuk symbol (lambang). Apabila anda akan menggunakan media grafis ini anda harus memahami dan mengerti arti symbol-simbolnya sehingga media ini akan lebih efektif untuk menyajikan tema kepada anak. Karakteristik media ini, sederhana, dapat menarik perhatian, murah dan mudah disimpan serta dibawa. Jenis-jenis media grafis ini dia antaranya adalah grafik, bagan, diagram, poster, kartun dan komik.
b.             Media model adalah media tiga dimensi yang sering digunakan dalam pembelajaran di SD, media ini merupakan tiruan dari beberapa objek nyata, seperti objek yang terlalu besar, objek yang terlalu jauh, objek yang terlalu kecil, objek yang terlalu mahal, objek yang jarang ditemukan atau objek yang terlalu rumit untuk dibawa kedalam kelas dan sulit dipelajari wujud aslinya. Jenis-jenis media model diantaranya adalah model padat (solid model), model  penampang(cutaway model), model susun (build-up model), model kerja (working model), mock-up dan diorama. Masing-masing jenis model tersebut ukurannya mungkin persis sama, mungkin juga lbih kecil atau lebih besar dari objek sesungguhnya.
c.              Media realia merupakan alat bantu visual dalam pembelajaran yang berfungsi memberikan pengalaman langsung (direct experience) kepada anak. Realia ini merupakan benda  yang sesungguhnya, seperti mata uang, tumbuhan, binatang yang tidak berbahaya.

2.             Media Audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif(hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan anak untuk mempelajari isi tema.
Contoh media audio adalah program kaset suara dan program radio. Penggunaan media audio dalam kegiatan pembelajaran sd atau mi pada umumnya untuk melatih keterampilan yang berhubungan dengan aspek-aspek keterampilan mendengarkan. Dari sifatnya yang auditif,media ini mengandug kelemahan yang harus diatasi dengan cara memanfaatkan media lainnya. Terdapat beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan apabila anda akan menggunakan media audio di sd atau mi yaitu sebagai berikut
a.   Media ini hanya mampu melayani secara baik mereka yang sudah memiliki kemampuan dalam berpikir abstrak, sedangkan kita mengetahui bahwa anak sd atau mi kelas rendah masih dalam proses dari berfikir konkrit kepada berfikir abstrak. Oleh karena itu, media audio untuk anak sd atau mi kita perlu melakukan berbagai modifikasi yang dalam penggunaanya disesuaikan dengan kemampuan anak. Jika tujuan pembelajarannya adalah melatih pendengaran anak, sebelum menggunakan media audio kita harus memberikan gambaran yang konkrit dari mana bunyi itu berasal. Misalnya, kita ingin anak dapat menebak hewan apa yang didengarnya dari kaset audio. Maka sebelumnya anak harus mengenal hewan-hewan tersebut secara konkrit dan mengetahui bagaimana bunyinya.
b.      Media ini memerlukan pemusatan perhatian yang lebih tinngi dibandingkan media lainnya. Oleh karena itu, apabila akan menggunakan media ini di sd atau mi, dibutuhkan teknik-teknik tertentu yang sesuai dengan kemampuan anak.
c.       Karena sifatnya yang auditif jika anda ingin hasil belajar yang dicapai anak lebih optimal, diperlukan juga pengalaman-pengalaman secara visual. Kotrol belajar bisa dilakukan melalui penugasan pembendaraharaan kata, bahasa, dan susunan kalimat

2.             Media Audiovisual
Media audio visual merupakan kombinasi dari media audio dan media visual atau biasa disebut media pandang-dengar dengan menggunakan media audiovisual maka penyajian isi tema kepada anak akan semakin lengkap dan optimal. Dalam hal ini guru tidak selalu berperan sebagai penyampai materi karena penyajian mater bisa diganti oleh media.Peran guru bisa beralih menjadi pasilitatator belajar, yaitu memberikan kemudahan bagi anak untuk belajar. Contoh dari media audiovisual dianatarnya program televise/video pendidikan inruksioanal, program slide suara, dan sebagainya.
Beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam merencanakan dan memilih media pembelajaran diantarnya sebagai berikut.
a.    Kesesuaian denga perencanaan di sd atau mi yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP  dan Silabus.
b.    Kesesuain dengan sasaran belajar yaitu anak yang akan mempelajari tema melalui media pembelajaran tersebut media yang dipilih harus anda sesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, misalnya dari segi bahasa, symbol-simbol yang digunakan, cara menyajikannya dan waktu yang digunakan.
c.     Kesesuian dengna tingkat keterbatasa media maksudnya apakah media pembelajaran tersebut sudah memenuhi syarat-syarat teknis seperti kejelasan gambar dan hurufnya dan pengaturan warna, ukuran, dan sebagainya. Apabila hal tersebut kurang anda perhatikan tentu akan menggangu jalannya proses pembelajaran
d.   Kesesuaian dengan situasi dan kondosi, misalnya tempat atau ruangan yang dipergunakan untuk tingkat pembelajaran, seperti ukuran perlengkapannya, pentilasi, cahayanya, atau kesesuian denga keadaan siswanya, seperti jumlahnya, minat, dan motivasi belajarnya.
e.    Objektivitas maksudnya and harus terhinda dari pemilihan media yang didasari oleh kesenangan pribadi semata (subjektif). Unsur subjektivitas iniagak sulit dihindari. Untuk menghindarinya. Sebaiknya anda selalu meminta pandangan, pendapat, saran atau koreksi dari teman sejawat (guru lain) atau dari anak.[8]
Selain itu, jenis- jenis media juga dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, antara lain :
1.            Dilihat dari segi keadaannya, media audiovisual dibagi menjadi audiovisual murni yaitu unsure suara maupun unsure gambar berasal dari suatu sumber seperti film audio-cassette. Sedangkan audiovisual tidak murni yaitu unsure suara dan gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, misalnya film bingkai suara yang unsure gambarnya bersumber dari slide-proyektor dan unsure suaranya bersumber dari taperecorder.
2.            Dilihat dari daya liputnya, media dibagi menjadi 2 yaitu :pertama, media dengan daya liput luas dan serentak. Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Kedua, media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat. Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat tertutup dan gelap.
3.            Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi atas, pertama, media sederhana, yakni media yang bahan dasarnya mudah diperoleh dengan harga murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit. Kedua, media kompleks, yakni media dengan bahan yang sulit didapat, alat tidak mudah dibuat, dan harga relative mahal.[9]

E.           KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SD/MI
Diantara kelebihan media pembelajaran yaitu:
1.             Memperjelas penyajian pembelajaran tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka)
2.             Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti: Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau model; Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar; Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi
3.             Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, foto maupun secara verbal
4.             Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dll
5.             Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dll) dapat di visual-kan dalam bentuk film,film bingkai, gambar,dll
6.             Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
7.             Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing
8.             Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa,maka guru akan mengalam ikesulitan. Semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar belakang guru dan siswa juga berbeda. Masalah ini juga bisa diatasi dengan media yang berbeda dengan kemempuan dalam memberikan perangsang yang sama, mempersamakan pengalaman, menimbulkan persepsi yang sama.
Ada beberapa kelemahan sehubungan dengan gerakan pengajaran visual antara lain terlalu menekankan bahan-bahan visualnya sendiri dengan tidak menghiraukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan desain, pengembangan, produksi, evaluasi, dan pengelolaan bahan-bahan visual. Disamping itu juga bahan visual dipandang sebagai alat bantu semata bagi guru dalam proses pembelajaran sehingga keterpaduan antara bahan pelajaran dan alat bantu tersebut diabaikan.
Kelemahan audio visual: terlalu menekankan pada penguasaan materi daripada proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio visual sebagai alat bantu guru dalam proses pembelajaran.
           
F.           KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN SD/MI
Jika guru akan menggunakan media pengajaran dengan cara memanfaatkan media yang sudah ada, maka dapat merujuk kepada criteria berikut ini:[10]
1.             Apakah topic yang akan dibahas dalam media tersebut dapat menarik minat peserta didik untuk belajar?
2.             Apakah materi yang terkandung dalam media tersebut penting dan berguna bagi peserta didik?
3.             Apakah media itu sebagai sumber pengajaran yang pokok, apakah isinya relevan dengan kurikulum yang berlaku?
4.             Apakah materi yang disajikan otentik dan actual, ataukah informasi yang sudah lama diketahui dan peristiwanya telah terjadi?
5.             Apakah fakta dan konsepnya terjamin kecermatannya atau ada suatu hal yang masih diragukan?
6.             Apakah format penyajiannya berdasarkan tata urutan belajar yang logis?
7.             Apakah pandangannya objektif dan tidak mengandung unsure propaganda atau hasutan terhadap peserta didik?
8.             Apakah narasi, gambar, efek, warna, dan sebagainya memenuhi syarat standar kulitas teknis?
9.             Apakah bobot penggunaan bahasa, symbol-simbol dan ilustrasi sesuai dengan tingkat kematangan berfikir peserta didik?
10.         Apakah sudah diuji keshahihannya (validitas)?
Untuk jenis media rancangan (yang dibuat sendiri) pertanyaan yang dijadikan sebagai acuan atau criteria adalah sebagai berikut:
1.             Apakah materi yang akan disampaikan itu untuk tujuan pengajaran atau hanya informasi tambahan atau hiburan?
2.             Apakah media yang dirancang itu untuk kepentingan pembelajaran atau alat bantu pengajaran (peraga)?
3.             Apakah dalam pengajarannya akan menggunakan strategi kognitif, afektif, dan psikomotorik?
4.             Apakah materi pelajaran yang akan disampaikan itu masi asing bagi peserta didik?
5.             Apakah perlu rangsangan warna?
6.             Apakah perlu rangsangan gerak seperti untuk pengajaran seni atau olahraga?
Setelah enam pertanyaan ini terjawab, maka guru dapat mengajukan alternative media yang akan dirancang. Alternative tersebut mungkin jenis media audio, media visual, atau media audiovisual. Selanjutnya ajukan lagi pertanyaan sebagai acuan berikutnya:
1.             Apakah bahan dasarnya tersedia atau mudah diperoleh?
2.             Apakah alat pembuatannya tersedia?
3.             Apakah pembuatannya tidak terlalu rumit?
4.             Apabila menghadapi kesulitan apakah ada orang yang dapat dimintai bantuannya?
5.             Apakah mudah dalam penggunaannya dan tidak membahayakan seperti meledak, menimbulkan kebakaran, dan sebagainya?
6.             Apakah tersedia dana untuk pembuatannya?
Setelah pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab, akhirnya guru akan dapat media mana yang dianggap cocok untuk diproduksi. Apabila ternyata tidak ada satu media pun yang dapat diproduksi, maka guru harus mencari sumber pengajaran lainnya, misalnya menggunakan narasumber.
Lebih lanjut, Nana Sudjana & Ahmad Rivai (1991) mengemukakan rumusan pemilihan media dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:[11]
1.             Ketepatannya dengan tujuan pengajaran, artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsure-unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sistesis, biasanya lebih mungkin menggunakank media pengajaran.
2.             Dukungan terhadap isi bahan pelajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami oleh anak didik.
3.             Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar,. Media grafis pada umumnya mudah dibuat oleh guru tanpa biaya yang mahal, disamping sederhana dan praktis penggunaannya.
4.             Keterampilan guru dalam menggunakan apapun jenis media yang diperlukan, syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proises pengajaran,. Nilai dan menfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi dampak dari penggunaannya dalam interaksi bagi anak didik selama pengajaran berlangsung.
5.             Sesuai dengan taraf berfikir anak didik, memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf fikir anak didik. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proporsi dalam bentuk gambar atau poster. Demikian juga diagram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip hanya bisa dilakukan bagi anak didik yang telah memiliki kadar berfikir yang tinggi.[12]
Secara umum criteria pemilihan media pembelajaran menurut penulis yaitu media harus memenuhi syarat-syarat seperti media haruslah menarik perhatian anak didik, media harus relevan dengan materi yang akan disampaikan, media dapat dengan mudah digunakan oleh guru, mudah pembuataanya, media haruslah valid, dan media harus sesuai dengan taraf berfikir anak didik.


v   LATIHAN
Mahasiswa secara individu suatu media pembelajaran yang berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari, dengan memanfaatkan barang bekas atau benda-benda atau tanaman yang ada disekitar sekolah!

v   RANGKUMAN
1.    Media pembelajaran adalah sebuah perantara yang digunakan oleh guru untuk memudahkan dalam penyampaian materi kepada peserta didik dalam proses belajar mengajar atau sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengatahuan dalam interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik.
2.    Contoh fungsi media pembelajaran adalah Menarik perhatian siswa, Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran, Memperjelas penyajian pesan, Mengatasi ketrerbatasan ruang, Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif, Waktu pembelajaran bisa dikondisikan.
3.    Tujuan dari media pembelajaran adalah memudahkan guru dalam penyampaian materi kepada anak didik.
4.    Secara garis besar jenis-jenis media pembelajaran meliputi media audio, media visual, dan media audiovisual.
5.    Contoh kelebihan media pembelajaran adalah memperjelas penyajian pembelajaran, kejadian masa lampau dapat ditampilkan, meng-konkrit-kan yang abstrak
6.    Kekurangan media pemebalajaran seperti contohnya media visual hanya menekankan unsure penglihatan dan tidak menghiraukan kegiatan-kegiatan lain, media audiovisual menekankan pada penguasaan materi daripada proses pengembangannya.
7.    Kriteria pemilihan media pembelajaran menurut Nana Sudjana adalah media dipilih atas dasar tujuan instruksional, bahan pelajaran sifatnya fakta, media yang diperlukan mudah didapat atau setidaknya mudah dibuat oleh guru, keterampilan guru dalam menggunakan jenis media, sesuai dengan taraf berfikir anak.     

v   TES FORMATIF
Soal pilihan ganda
Kerjakan soal dibawah ini dengan memberi silang (x)pada jawaban yang menurut anda benar!
1.             Apa makna dari media?
a.    Alat
b.    Instrument
c.    Perantara
d.   Konsep
2.             Sebuah perantara yang digunakan oleh guru untuk memudahkan dalam menyampaikan materi kepada anak didik. Merupakan pengertian dari…
a.    Pendekatan pembelajaran
b.    Media pembelajaran
c.    Manajemen pembelajaran
d.   Instrument pembelajaran
3.             Dalam media pembelajaran ada dua unsure yang sangat penting, dan jika unsure ini tidak ada, maka tidak dapat dikatakan sebagai media pembelajaran, unsu-unsur apa sajakah itu?
a.    Unsure pesan (software)
b.    Unsure perangkat keras (hardware)
c.    Unsure dalam (internal)
d.   Jawaban a dan b benar
4.             Menarik perhatian anak didik, memperjelas penyajian materi, pembelajaran lebih komunikatif dan produktif, merupakan fungsi dari…
a.    Pendekatan pembelajaran
b.    Manajemen kelas
c.    Media pembelajaran
d.   Metode pembelajaran
5.         Berikut ini merupakan jenis-jenis media pembelajaran, kecuali
a.    Media visual
b.    Media audio
c.    Media audiovisual
d.   Media massa

6.             Yang termasuk macam-macam media visual adalah... kecuali
a.    Media model
b.    Media grafis
c.    Media gambar diam
d.   Media cetak
7.             Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperolah pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Merupakan pernyataan dari..
a.    Atwi Suparman
b.    Gearlach dan Ely
c.    Sardiman dan Ramayulis
d.   Karl Mark
8.             Media visual terbagi menjadi media gambar, media grafik, dan media model. Kelemahan dari media gambar adalah
a.    Mudah luntur atau rusak
b.    Mudah dibawa
c.    Dapat menjangkau ruang yang terbatas
d.   Mudah dipahami
9.         Media grafis terdiri dari...dimensi
a.    1 dimensi
b.    2 dimensi
c.    3 dimensi
d.   4 dimensi
10.         Contoh media audiovisual adalah...
a.    Gambar
b.    Cassete
c.    Radio
d.   Film pendek

Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban Tes formatif 10. Hitunglah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap modul 10.
Jumlah jawaban yang benar  
Tingkat penguasaan =                                                 X 100%
                                                Jumlah soal
 



Arti tingkat penguasaan : 90 – 100% = baik sekali
                                         80 –   89%  = baik
                                         70 -  79%   = cukup
                                    <  70%   = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, anda dapat meneruskan ke modul 11. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi modul 10, terutama bagian yang belum dikuasai.

Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda
            1.    C              6.   D
2.    B              7.   A
3.    D              8.   A
            4.    C              9.   B
5.    D              10. D




GLOSARIUM
Alternatif : pilihan diantara dua atau beberapakemungkinan
Mereduksi :menghilangkan,mengurangi
Atmosfer : pelindung bumi
Apersepsi : adalah menyampaikan tujuan pembelajaran yang bertujuan untuk memotifasi peseerta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini.
Preparasi : mempersiapkan
Persentasi: Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin atau salah satu bentuk komunikasi.
Resitasi : penugasan
Simulation : suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta keadaan sekelilingnya (state of affairs). Aksi melakukan simulasi ini secara umum menggambarkan sifat-sifat karakteristik kunci dari kelakuan sistem fisik atau sistem yang abstrak tertentu.
Data collection : kumpulan data atau dokumen
Problem statement : pernyataan masalah
Data processing : Pemrosesan data (Inggris: data processing) adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan
Verifikasi: merupakan proses pemeriksaan kesesuaian model logika operasional dengan logika diagram alur atau dapat disederhanakan dengan “apakah terdapat kesalahan dalam program?”.
Validitaas: adalah proses penentuan apakah model, sebagai konseptualisasi atau abstraksi, merupakan representasi berarti dan akurat dari sistem nyata?
Hardware: perangkat keras
Mastery learning: belajar tuntas
Humanity education : sebuah sisitem klasik yang bersifat global, tetapi beberapa prinsip dasarnya diambil para ahli pendidikan untuk dijadikan sebuah system pendekatan PBM.
Medium
Eksternal : bagian luar dari suatu hal
Source: sumber
Receiver: penerima
Massage: pesan
Methods : adalah sebuah cara untuk melakukan sesuatu
Software: perangkat lunak
Spesifik: bersifat khusus ataukhas
Komunikatif: mudah dipahami
Produktif : bersifat/mampu
Criteria: ciri tertentu yang dimiliki benda


DAFTAR PUSTAKA

Pupuh Fathurrohman & Sobry Sutikno,2014. Strategi Belajar Mengajar Melalui Konsep Umum & Konsep Islami, (Bandung:PT Refika Aditama)
Daryanto, 2010.Media Pembelajaran, ((Bandung:PT Sarana Tutorial  Nurani Sejahtera)
Ahmad Rohani, 1997.Media Instruksional Edukatif (Jakarta:PT Rineka Cipta)
Karwono & Heni Mularsih, 2012. Belajar Dan Pembelajaran (Depok:PT RajaGrafindo Persada)
Badru zaman, dkk.2013.Media dan Sumber Belajar TK (Tanggerang Selatan: Universitas Terbuka)


                [1] Pupuh Fathurrohman & Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar Melalui Konsep Umum & Konsep Islami, (Bandung:PT Refika Aditama, 2014), hlm.65
                [2] Daryanto, Media Pembelajaran, ((Bandung:PT Sarana Tutorial  Nurani Sejahtera, 2010), hlm.4
                [3] Ahmad Rohani, Media Instruksional Edukatif (Jakarta:PT Rineka Cipta, 1997), hlm.2-3
                [4]Karwono & Heni Mularsih, Belajar Dan Pembelajaran (Depok:PT RajaGrafindo Persada, 2012), hlm.19-20
                [5]Pupuh Fathurrohman & Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar Melalui Konsep Umum & Konsep Islami, (Bandung:PT Refika Aditama, 2014), hlm.66
                [6]Ahmad Rohani, Op.Cit., hlm.9
[7]Badru zaman, dkk.Media dan Sumber Belajar TK (Tanggerang Selatan:Universitas Terbuka, 2013), hlm. 4.12
[8] Ibid. hlm.4.18 – 4.24                                       
                [9]Pupuh Fathurrohman & Sobry Sutikno, Op. Cit., hlm.67-68

                [10]Ibid. hlm. 70
                [11]Ibid. hlm. 71 
                [12]Ibid. hlm. 72

7 comments: